Apakah Tuna Rungu bisa disembuhkan lewat Pengobatan Alternatif?

Setiap orang tua pasti tidak pernah membayangkan dan mempersiapkan diri bahwa mereka akan memiliki anak yang tuna rungu. Namun, bila Yang Kuasa berkehendak lain, apakah bisa menolaknya? Menerima kenyataan memiliki anak tuna rungu bukan lah hal mudah. Sedih, marah, malu, kecewa, bingung dan protes mengapa harus kami…? Tidak tahu harus bagaimana dan mencari solusi bagaimana agar si anak dapat mendengar.

Setelah menjalani berbagai tes pendengaran, dianjurkan untuk untuk memakai alat Bantu dengar. Apa sih alat bantu dengar itu? Bagaimana bentuknya?

Apakah tuna rungu tidak dapat disembuhkan? Tidak sedikit orang tua yang menjalani pengobatan alternative untuk mencari penyembuhan, seperti antara lain: pemijatan, akupuntur, kerok lidah dan lain-lain. Banyak kasus hal tersebut tidak membuahkan hasil. Hanya dengan keajaiban dari Yang Kuasa yang dapat memberikan penyembuhan bagi seorang anak tuna rungu dapat mendengar kembali, karena belum pernah ada kasus nyata seorang anak tuna rungu dapat disembuhkan lewat pengobatan alternatif.

Kenyataan yang sebaiknya dilakukan di dalam menangani anak tuna rungu adalah memberikan fasilitas untuk menunjang pendengarannya.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
1. Implan rumah siput (cochlear implant)
2. Penggunaan Alat Bantu Dengar

Langkah selanjutnya setelah salah satu jalan tersebut diambil adalah memaksimalkan penggunaannya serta meningkatkan kemampuan komunikasi secara verbal dengan menjalani terapi sesuai dengan kebutuhan anak seperti:
1. Terapi Wicara
2. Terapi Mendengar

Banyak faktor yang mendukung seorang anak tuna rungu dapat berkomunikasi, berbicara dan bersosialisasi dengan baik, yaitu faktor waktu (usia), sejak si anak menggunakan alat bantu dengar dan intensitas pemakaian alat bantu dengar.

Selain hal-hal tersebut di atas, banyak faktor lain yang memberikan pengaruh besar dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak tuna rungu seperti: dukungan keluarga, dukungan lingkungan, sekolah dan lain-lain.

Sumber: http://davinbintang.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar